Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya
liburan di Taiwan pada tahun 2016. Yep, kalian gak salah baca, tahun 2016,
which is it so last last year. Baru di awal tahun 2018 terpikir oleh saya untuk
berbagi pengalaman selama berada di Taiwan selama 10 hari. Pengalaman berlibur
ke Taiwan adalah yang pertama kali bagi saya.
Awalnya, di pikiran saya “Taiwan ada apanya
sih? Paling gitu-gitu aja”. Namun setelah saya googling, pikiran dan pertanyaan
saya tersebut sangat salah. Ternyata banyak tempat yang sangat menarik untuk
disinggahi. Dan saya pun mulai menyusun itinerary saya selama di Taiwan. But
first off all, saya harus mengurus Visa Wisata (Tourist). Untuk informasi,
persyaratan dan biayanya bisa cek ke web resmi ROC-Taiwan.
Perjalanan dilakukan pada akhir bulan September 2016 dimana cuaca sedang panas (summer) dan ada ancaman angin taifun.
Day 1 : Off to Taiwan
Berangkat dari bandara Soekarno-Hatta pukul
14:20 WIB, direct flight ke Taoyuan International Airport dengan maskapai Eva
Air. Sampai di Taipei, pukul 20:45 waktu setempat. Perjalanan ke hotel kurang
lebih 45 menit - 1 jam, kebetulan ada yang berbaik hati mengantar kami ke hotel.
Oiya, kami, karena saya pergi dengan suami. Hehehe… Kami menginap di hotel Regal
Hotel Taipei di Fuxing Road, dekat stasiun Zhongshan Junior High School Station
dan beberapa convenient store seperti Sevel dan Family Mart.
Welcome to Taipei
Day 2 : Maokong Gondola, Din Tai Fung, Taipei 101
Pagi setelah sarapan kami bersiap menuju
stasiun Taipei Rapid Transit System atau singkatnya MRT : Zhongshan Junior High School. Kami membeli kartu e-money bernama
Easycard untuk multi trip senilai Rp. 500,000. Easycard dapat juga dipakai
untuk jenis transportasi lain seperti bus dan alat pembayaran pada beberapa
toko dan tempat wisata. Easycard sangat efektif apalagi jika kita tinggal cukup
lama di Taipei dan sering berpindah tempat dengan menggunakan MRT.
Penyewaan sepeda di depan stasiun MRT Zhongshan Junior High School
Taipei Mokong Gondola
Taipei Mokong Gondola adalah sejenis
cable car untuk menikmati pemandangan bukit dan gunung. Letaknya ada di stasiun
MRT Taipei Zoo Station. Tiket masuknya NT$ 120. Cable car bisa diisi 4 orang,
jika hanya pergi berdua bisa jadi kita akan berbaur dengan penumpang lainnya. Dikarenakan
hari Minggu, antrian cukup panjang tetapi tidak perlu kuatir, karena antrian sangat
teratur dan waktu tunggu tidak lama, sekitar 10 menit. Perjalanan dengan
gondola ini memakan waktu 20-30 menit sekali jalan, cukup untuk menikmati
pemandangan perbukitan dan sebagian kota Taipei.
Setelah turun dari gondola, kita bisa menikmati pemandangan dan
berfoto-foto di area Maokong Gondola tersebut.
Pemandangan sekitar Maokong Gondola
Lifehouse
Church Taipei
Hari Minggu tak lupa kami sempatkan ke gereja, karena Firman Tuhan
mengatakan “But seek first His kingdom and His righteousness, and
all these things will be given to you as well”. Amen. setelah browsing gereja yang ada English
Service-nya kami memutuskan ke Lifehouse Church Taipei.
Firstimer Gift from Lifehouse Chuch Taipei
Din Tai Fung
Restaurant
Adalah salah 1 restoran ternama yang berasal dari Taiwan. Cabangnya sudah
ada di Jakarta, tetapi tidak ada salahnya kita juga menikmati menu restauran
ini langsung di Taipei, alasannya : mencicip rasa “asli”nya. Menu yang kami pesan, tentunya yang recommended.
Tahunya gimana recommended atau ga? Gampang, tanya aja mbak waitressnya yang
super ramah dan penuh senyum.
Taipei 101 :
A Famous Landmark of Taipei
Malamnya, kami menuju Taipei 101, gedung pencakar langit setinggi 101
lantai yang menjadi salah 1 landmark ternama di Taipei. Didalamnya terdapat mall,
perkantoran dan Sky Observatory Deck jika kita ingin menikmati pemandangan kota
Taipei. Tapi kali ini, saya hanya foto-foto didepan saja.
Day 3 : Elephant
Mountain
Cuaca cukup panas pagi ini, dan
prakiraan cuaca mengatakan angin Taifun akan menuju ke daratan Taiwan.
Di beberapa sudut kota, sudah bersiap-siap untuk menyambut
angin Taifun.
Tapi hal ini tidak menghalangi saya menuju
Elephant Mountain yaitu daerah pegunungan di Nangang District yang menawarkan pemandangan
kota Taipei. Ini alasan saya juga kenapa kemarin tidak naik ke Taipei 101 Sky
Observatory Deck. Menurut foto-foto yang saya lihat di internet, pemandangan
dari Elephant Mountain ini sangat menarik. Free pula. Well, cuma bayarjalan
kaki dan hiking. Elephant Mountain dapat dicapai dengan MRT turun di stasiun
Xiangshan.
Menurut guidetotaipei.com utk naik
keatas ditempuh 15-20 menit dan ada tempat istirahat di menit ke 8-10. Kecilll.
Dan ternyata, 15-20 menit itu bener-bener hiking, naik naik naik dan naik terus,
serasa lama sampai puncaknya. Tetapi ketika sampai puncak, its very worth every
single step and heavy breath you took. Sayangnya, saya ga punya foto yg proper
dengan kamera dslr, untungnya sih gak bawa karena pasti dlsr yg berat itu bakal
jadi beban selama hiking. Tips penting : stay
hidrated!
Tangganya sih landai, tapi bener-bener harus fit kalo mau hiking.
Harusnya foto diatas 2 batu ini tapi apa daya gak ada yang
bantuin naik turunnya (T.T)
Another view
Taipei 101 : Lunchy Twime
Setelah ngos-ngosan hiking naik dan turun dari
Elephant Mountain, balas dendam dengan makan enak di food court Taipei 101. Karena
bebarengan dengan jam makan siang, suasana di dalam cukup ramai. Terdapat
banyak sekali food stall dan café buble tea .
Beberapa food stall disini sudah canggih dengan memberikan semacam
device yang akan bergetar ketika pesanan kita siap disajikan. Jadi ga perlu
repot nungguin makanan sambil berdiri.
Device yang akan bergetar ketika makanan siap.
Gak
tau namanya apa, tapi jumbo set banget.
Day 4 : Welcome Typhoon
Sesuai prediksi, taifun tiba juga. Sejak subuh,
hujan gerimis disertai angin. Pegawai hotel sudah memberitahukan kalau hari ini
mereka akan butuh waktu untuk membersihkan kamar karena beberapa karyawan tidak
masuk kerja. Hingga siang, hujan semakin lebat dan angin semakin kencang, bahkan
di beberapa tempat sudah ada bangunan yang menjadi korban. So, today’s story
adalah : Ngendon di Hotel.
Cuma bisa nonton TV di hotel
Day 5 : Chiang Ka Sek Memorial, Ximending, The Red
House
Thank God, taifun sudah berlalu dan bisa
jalan-jalan lagi di Taipei.
Chiang Kai Sek Memorial Hall
Chiang Kai Sek adalah tokoh nasionalis dari
Partai Nasionalis Cina Kuomintang. Ia memimpin partai tersebut setelah kematian
tokoh revolusioner Cina Sun Yat Sen. Selanjutnya, ia menjadi Presiden Republik
Cina sampai tahun 1949. Setelah kekalahan melawan partai komunis, bersama
pengikutnya ia hijrah ke pulau Formosa (sekarang Taiwan) dan mendirikan kembali negara Republik Cina. Sampai
akhir hayatnya, beliau tidak dapat mewujudkan cita-citanya merebut kembali Cina
Daratan. Untuk mengenang jasanya, dibangun Chiang Kai Shek Memorial Hall di
Taipei dan juga. Hmm.. jadi belajar sejarah ya. Selain menikmati taman yang indah,
patung, bangunan megah, bagian museum jangan sampai dilewatkan karena banyak
benda dan informasi sejarah yang sangat menarik dan menambah pengetahuan kita.
Red House – Ximending
Selepas dari Chiang Kai Sek Memorial, saya pun beralih
ke Ximending. Selain untuk shopping saya juga akan menuju The Red House. The Red
House atau biasa disebut Ximen Red House adalah bangunan yang didirikan dari
batu bata merah pada tahun 1908. Awal pendiriannya adalah sebagai pasar yang
kemudian berkembang sebagai pusat kebudayaan dan seni, dimana sering dipakai
untuk kegiatan kesenian. Sayangnya ketika kemari The Red House sedang renovasi,
hiks… maklum sih bangunannya termasuk uzur.
We’re Sorry, The Red House is under renovation. Thank you.
Ximending
Shopping District
Baiklah, lanjut shopping aja kalau begitu. Ximending ini surganya belanja,
mulai merk milik Taiwan sendiri seperti NET ada juga H&M, Uniqlo, Forever
21. Untuk 3 merek yang terakhir saya sebut harga bajunya hampir sama dengan
outlet di Jakarta. Hanya kadang kalo lagi beruntung ada sale untuk produk/item
tertentu. Untuk kualitas NET tidak kalah dengan merek-merek lain. Harganya pun
cukup terjangkau, maka wajiblah bagi saya setiap ketemu toko NET pasti masuk
dan lihat-lihat bajunya karena kadang beda toko beda barang-barangnya. Apa gak
capek ubek-ubek NET muluu? Ya enggaklah hahaha…
Under the heat @ Ximending square
Favorit!
Ay Chung Rice
Noodle
Belanja sana sini, perutpun lama-lama berontak juga minta diisi. Bingung,
karena banyak food stall di Ximending. Untuk tahu mana makanan yang enak,
tandanya cuma 1 : Antrian Panjang. Meski
lapar, saya juga masih realistis, daripada gambling milih makanan yang ga
terlalu enak, mendingan ikutan ngantri deh. Lhoo… logika macam apa ini :-P Dan
nama kedai itu adalah Ay Chung Flour Rice Noodle. Ga tau ini soun atau misoa pokonya
enak banget dimakan panas-panas. Super recommended food while you are in town!
Selain
itu di Ximending juga banyak food stall yang menjual small bite dan minuman
seperti jus atau bubble tea, dan snack untuk oleh-oleh. Memang paling bener
kesini dengan perut kosong.
Seger dan
yummy!!!
Cocok untuk oleh-oleh
Sekian
dulu perjalanan saya mulai dari Day 1 until Day 5. Pegel juga ya hahaha..
Well,
see you again next time.




































Tidak ada komentar:
Posting Komentar