Senin, 23 Maret 2015

God Works in Mysterious Way

Entah sudah berapa banyak orang menulis dengan tema tersebut, bisa milyaran atau bahkan tidak terhitung. Saya yakin setiap manusia pasti punya pengalaman pribadi dengan Penciptanya yang saya yakini kembali tidak hanya terjadi sekali. Bisa berkali-kali bahkan jutaan kali bahkan setiap hembusan nafas yang lagi-lagi tidak bisa dihitung.



(image courtesy : http://nancyradlingerjustmyopinion.com/)

Pagi ini, seperti biasanya, saya berangkat bekerja bersama suami, menaiki motor yang belum genap setahun umurnya. Berangkat dari rumah kami yang belum genap setahun juga kami tempati. Tujuan kami adalah halte busway Ragunan. Dekat halte tersebut kami menitipkan motor kemudian berpisah untuk menaiki moda transportasi yang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Suami menggunakan kopaja AC S 602 jurusan Ragunan-Monas dan turun di  halte BI. Sedangkan saya menaiki busway jurusan Ragunan-Dukuh Atas kemudian turun di halte Halimun.

Sepanjang perjalanan saya susah sekali untuk bisa tidur seperti orang kebanyakan. Biasanya, yang saya lakukan adalah memasang earphone mendengarkan music yang sedang saya ingin dengarkan dan memantau situasi followers dan followings terkini di Instagram dan Path (whoopsie... :D). Saya jarang membuka portal berita karena paginya saya sudah cukup melihat berita di Liputan6 Pagi.

Bosan dengan music dan aplikasi social, saya lepas earphone, memasukkan hp kedalam tas, kemudian melihat situasi dalam busway, penuh sesak tetapi penuh dengan orang yang punya ambisi dan tujuan hidup sehingga itu yang terus membuat orang-orang ini rela berdesak-desakan di dalam busway. Termasuk saya, masih banyak hal yang ingin saya raih dalam hidup ini.

Saat saya mengamati jalanan yang dilalui busway ini, saya memperkirakan 10 menit lagi saya akan sampai di kantor. Dan dalam 10 menit itu, saya berpikir, apa yang ada di pikiran owner perusahaan tempat saya bekerja untuk membeli gedung di Halimun? Apa karena strategis? Harganya yang reasonable?

Kemudian bagaimana bisa akhirnya saya dan suami memutuskan membeli rumah di Ciganjur? Salah satu alasannya karena Ciganjur dekat dengan halte busway Ragunan sih.

Kembali mengenai, owner perusahaan itu, what was on his mind or his wife mind gitu ya? Masih mengganggu pikiran saya.

Apa karena Tuhan sudah tahu sebelumnya, bahwa “suatu saat” akan ada salah satu karyawan  si owner yang akan memliki rumah dekat halte busway Ragunan? Atau Ia “sengaja mendorong” 1 developer mendirikan cluster kecil di Ciganjur? Yang kemudian di tengah lelahnya kami mencari rumah akhirnya kami menemukan cluster tersebut. Mana yang lebih dulu? Level pertanyaan ini sama dengan pertanyaan klasik :  mana yang duluan ayam atau telur? Hahaha!

Apakah Tuhan sudah “mengorganize” hidup kami sedemikian rupa? Pasti dan tentunya dengan cara yang misterius!

Saat ini saya menyadari bahwa apa yang dulu kami pertanyakan,  kuatirkan dan kami sampaikan melalui doa-doa, sudah dijawab.

Saya, anda dan kita tidak akan pernah tahu jalan-jalanNya yang sudah ditentukan untuk kita lalui di hari, besok, lusa dan seterusnya. Yang saya tahu, ketika kita melakukan bagian kita maka Tuhan melakukan bagian-Nya dengan cara yang misterius!

Ndy
(lagi bener otaknya!)

Taiwan : My Travel Story (1)

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya liburan di Taiwan pada tahun 2016. Yep, kalian gak salah baca, tahun 2016, which is it so l...